Jumat, 27 November 2009
Rabu, 25 November 2009
Alam Islami
17/11/2009 | 29 Zulqaedah 1430 H | Hits: 1.617
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
dakwatuna.com – Bandung, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Da’i, MA, mengatakan, umat Islam wajib tidak mempercayai isi film 2012 yang bercerita tentang bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Jika umat Islam mempercayai isi film tersebut akan mengancam keimanan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk tetap mengedepankan keimanan jika menonton film tersebut. ‘’Untuk sebuah peringatan dan hiburan saja,’’kata dia kepada Republika, Senin (16/11).
Menurut Athian, sebelum film tersebut diputar di bioskop-bioskop, banyak umat Islam yang meminta penjelasan soal film tersebut dari sisi agama Islam. Pertanyaan tersebut, kata dia, datang dari berbagai kalangan baik per orangan maupun dalam kegiatan pengajian. Bahkan, imbuh dia, banyak kalangan mahasiswa yang meminta penjelasan mengenai film. Atas pertanyaan tersebut, kata dia, umat Islam harus tetap berpegang pada ajaran Allah SWT. Dalam Alquran, lanjut dia, disebutkan bahwa tak ada seorang pun, baik itu manusia maupun rasul yang bisa mengetahui kapan kiamat akan datang. ‘’Jangankan soal kiamat, soal besok akan terjadi apapun manusia tidak ada yang mengetahui,’’ujar dia.
Masalah kiamat, sambung Athian, juga pernah dipertanyakan oleh manusia saat zaman Rosul. Ketika itu, umat Rosul bertanya tentang kapan kiamat akan tiba. Menjawab tentang hal itu, Rasul menyatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa memprediksinya. Masalah kapan kiamat akan datang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. ‘’Tak ada yang mengetahui kapan kiamat akan datang, baik itu para nabi, malaikat, manusia maupun jin. Kapan hari kiamat hanya Allah SWT yang mengetahuinya,’’tutur dia.
Dalam Alquran, sambung Athian, hanya disebutkan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Diantara tanda-tanda tersebut, imbuh dia, yaitu tidak adanya lagi rasa malu manusia. Manusia, imbuh dia, tidak memiliki rasa malu untuk melakukan apa saja yang dilarang oleh agma. Tanda-tanda lainnya, yaitu laki-laki berperilaku seperti perempuan dan sebaliknya, dan matahari terbit dari barat yang berarti budaya barat sudah begitu kuat di kalangan umat islam. ‘’Dan tanda-tanda yang paling kuat yaitu sudah berkurangnya orang yang beriman di muka bumi. Itu tanda-tanda, dan soal waktunya tak ada yang tahu,’’kata dia.
Kiamat seperti yang diceritakan dalam Alquran, imbuh Athian, kondisinya jauh berbeda dengan yang digambarkan dalam film 2012. Dalam Alquran, saat kiamat tiba seluruh isi bumi akan keluar dan langit akan runtuh. Tak hanya itu, seluruh mahluk penghuni bumi akan musnah dan tak tersisa. ‘’Tak hanya manusia, hewan, binatang, dan jin pun akan musnah untuk kemudian dihidupkan kembali oleh Allah SWT. ‘’Gambaran yang disampaikan dalam film 2012 tak ada apa-apanya dibanding kiamat milik Allah,’’imbuh dia.
Sementara itu, dari hasil pantauan Republika di sejumlah bioskop mengungkapkan, minat masyarakat menonton film tersebut ternyata cukup tinggi. Mereka tak hanya kalangan umat Islam saja, umat lain pun terlihat antre untuk menyaksikan film tersebut. Salah seorang penonton, Cecep Alisahbana, mengatakan, ia tertarik menonton film tersebut hanya sebagai hiburan semata. ‘’Sisi teknologi special efeknya yang saya kagumi. Kalau soal kiamat akan datang pada tahun 2012 saya sangat tidak mempercayainya,’’kata dia usai menonton film tersebut. jok/ahi/Rol
(Oleh Kang Jaz)
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
“Membela yang lemah dan membantu yang miskin” jawab Nabi.
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang – arang lemah” jawabnya
Ya Rasulullah … apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
“Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta”
Ya RAsulullah… Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama’
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya… RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?
“Wahai ummatku…
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, “Wa ‘asiruhunna bil ma’ruf”
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, “Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka”
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, “Kullulkum Ra’in, ea kullukum masulun ‘an ra’iyyatihi ?”
Selasa, 24 November 2009
Oleh: H. Yasir Maqosid, Lc
(Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan)
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Ali Imran: 130)
Salah satu tradisi yang berlaku di daerah kita adalah mengenang jasa-jasa ulama dengan cara memperingati hari meninggalnya ulama. Tradisi seperti ini perlu untuk dipertahankan karena dapat memotivasi generasi sekarang untuk meniru tindak tanduk dan perilaku para ulama dalam menyebarkan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat.
Selain itu, tradisi seperti ini juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam, karena biasanya dalam memperingati hari meninggalnya ulama yang sering diistilahkan dengan haul, diselenggarakan acara-acara religius. Misalnya, membaca Al-Qur‘an, tahlil, shalawat, sedekah, dan lainnya.
Salah satu ulama yang jasa-jasanya senantiasa dikenang oleh masyarakat Pekalongan adalah Habib Ahmad bin Thalib. Beliau dilahirkan di kota Hajren, Hadramaut, Yaman, pada 1255 Hijriah atau 1836 Masehi. Pada masa mudanya, beliau menuntut ilmu di Makkah dan Madinah. Salah satu guru beliau yang terkenal adalah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.
Setelah memiliki ilmu yang mendalam, Habib Ahmad ditugaskan untuk berdakwah dan mengajar di Mekkah. Setelah tujuh tahun mengajar di Mekkah, ia kemudian kembali ke Hadramaut. Setelah tinggal beberapa lama di kota kelahirannya, Habib Ahmad merasa terpanggil untuk berdakwah ke Indonesia.
Setibanya di Indonesia, beliau kemudian ke Pekalongan. Melihat keadaan kota itu yang dinilainya masih membutuhkan dukungan pensyiaran Islam, maka tergeraklah hatinya untuk menetap di kota tersebut. Saat pertama menginjakkan kakinya di kota ini, ia melaksanakan tugas sebagai imam Masjid Wakaf yang terletak di Kampung Arab (kini Jl Surabaya). Kemudian ia membangun dan memperluas masjid tersebut.
Di samping menjadi imam, di masjid ini Habib Ahmad mengajar membaca Alquran dan kitab-kitab Islami, serta memakmurkan masjid dengan bacaan Daiba’i, Barjanzi, wirid dan hizib di waktu-waktu tertentu. Ia juga dikenal sebagai hafidz (penghapal Alquran).
Beliau menyebarkan dakwah Islam di Kota Pekalongan. Pendekatan dakwahnya yang bagus mendapat simpati dari masyarakat Pekalongan, terutama di daerah pesisir. Tidak heran banyak masyarakat yang dahulunya tidak begitu peduli dengan agama, akhirnya menjadi penganut Islam yang taat. Itulah salah satu jasa-jasa Habib Ahmad yang patut diteladani.
Dalam berdakwah, Habib Ahmad tidak menggunakan cara-cara keras ataupun radikal.
Beliau berdakwah dengan mendekati secara langsung orang-orang yang dinilainya masih membutuhkan bimbingan agama yang biasa disebut sebagai kelompok abangan. Cara-cara anti kekerasan dalam dakwahnya inilah yang terbukti sangat berhasil.
Beliau mampu menempatkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, sehingga kota Pekalongan menjadi pusat penyebaran agama Islam yang menjangkau ke seluruh pelosok-pelosok daerah.
Akhirnya beliau wafat pada Ahad, 24 Rajab 1347 H atau 1928 M, dalam usia 92 tahun, dan dimakamkan di pekuburan Sapuro. Masyarakat Pekalongan berduka dengan berpulangnya beliau ke Rahmatullah. Hingga kini, meninggalnya beliau diperingati bersamaan dengan peringatan Nishfu Sya’ban, yaitu tanggal 14 Sya’ban di Pemakaman Sapuro Pekalongan. Semoga Allah membalas jasa-jasa beliau dengan balasan yang berlipat ganda, dan mudah-mudahan kita semua dapat meneladani perjuangan beliau dalam berdakwah kepada umat. Amin Ya Rabbal Alamin.
kunci keberhasilan atau kunci kesuksesan
bekerja keras , pantang menyerah,mau belajar dari kegagalan,
berdoa kepada yang maha kuasa ,minta doa orang tua
sebuah persahabatan lebih penting dari pada pacaran
misal jika pacaran tapi pacarnya gampang cemburuan mungkin karena sangat cintanya kapada kekasihnya , maka bisa putus apabila tidak bisa mengendalikan diri ....
dan orang yang diputuskan akan sangat terluka tapi jika persahabatan tidak akan tergantikan misal jika kita bermusuhan selam 2 minggu aja maka akan terasa dunia ini menyempit maka pasti ingin kembali lagi seperti dahulu

